Hampir semua orang, sewaktu kecil pernah memiliki, minimal pernah melihat ikan yang satu ini, namanya adalah ikan Cupang, atau di sebagian daerah di Indonesia dikenal juga dengan nama ikan Tampele, Katong, Ikan Laga, dan lain-lain. Di Luar Negeri orang mengenal ikan Cupang ini dengan sebutan Ikan Siam ( Siam Fighter Fish ). Ada banyak jenis, warna dan rupa Cupang hari ini, secara garis besar Cupang dibagi menjadi dua jenis yaitu Cupang Aduan dan Cupang Hias. Tapi di tulisan ini, saya akan membahas tentang Cupang Aduan.
Sudah tidak asing bagi anak-anak yang lahir di tahun 80-90 an semasa kecilnya mereka mengadu ikan Cupang, menyatukan 2 ikan Cupang Jantan kedalam 1 wadah, sehingga kedua Cupang tersebut beradu, karena insting mereka memang sifat mereka adalah mempertahankan wilayah ( Teritorial ), selain itu Ikan Cupang juga memiliki kecenderungan bertarung untuk saling makan, karena di beberapa kesempatan saya melihat ikan Cupang memakan sodaranya sesama Ikan Cupang di kolam.
Hari ini, Mengadu ikan Cupang menjadi Hobi baru mengisi masa Pandemi, saya dikembalikan ke dalam nostalgia tahun 2000-2005 disaat saya senang mengadu ikan Cupang yang saya beli di sekolah, tanpa Proses Rawat, beli langsung adu. Lalu di pikiran saya ada pertanyaan, jika semua Ikan Cupang Adu adalah sama memiliki insting petarung, lantas kenapa ada ikan Aduan yang langsung takut (kuncup) jika di turunkan ke dalam arena Laga? Saya sendiri adalah penghobi ikan Cupang khususnya Ikan Cupang Adu, ikan Laga. Ikan Laga yang saya pelihara pun sama, ada yang ketika di hadapkan dengan lawan didalam wadahnya sendiri, maka dia akan ngedok (Flare) dan bergerak lincah, tapi ketika dimasukan kedalam arena Laga, tiba-tiba berubah menjad Ikan teri.
Jawaban dari pertanyaan itu, saya jawab dengan percobaan, beberapa percobaan tepatnya, membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk sekedar memelihara ikan Aduan, 3 bulan lalu tepatnya awal tahun 2021 saya memiliki 3 ekor ikan Laga yang hanya mau ngedok saat di dalam kandang sendiri, tapi ketika masuk ke arena mereka menjadi kuncup, dan membuat saya bingung. Sebetulnya saya memiliki banyak ikan Laga yang langsung berani ketika di turunkan ke medan tempur. Tapi karena rasa penasaran, maka saya putuskan untul melakukan percobaan mengembalikan mental ke 3 Ikan Laga kuncup super milik saya itu.
Pertama saya melakukan pengumpulan Informasi di berbagai sumber, seperti Internet, Grup-grup pecinta Ikan Aduan, dan bertanya langsung kepada orang yang "main" ikan Laga lebih lama. Dari berbagai sumber itu saya rumuskan beberapa cara me Re-kondisi Mental Ikan Laga kuncup, menjadi Ikan Laga Super yang berani, berikut adalah cara yang saya terima dari berbagai sumber tadi :
1. Di Ren ( di songkok ) : di masukan kedalam wadah gelap, disimpan dijauhkan dari keramaian dan suara bising, sehingga si Ikan bisa Istirahat untuk me-Rekondisi Mental nya yang drop.
2. Di Umbar ikan betina muda : dimasukan kedalam wadah ukuran besar, di satukan dengan beberapa ikan betina muda, sehingga membuat kepercayaan diri si ikan kembali.
3. Di Kawinkan, dengan harapan setelah kawin si ikan Laga teri, berubah menjadi Laga super.
Dari 3 cara tersebut, saya membuat lagi cara saya tersendiri dan bisa dibilang lumayan kejam bagi sebagian orang, yaitu dengan cara :
1. Pisahkan Ikan Kuncup, pastikan ikan tidak memiliki penyakit Fisik seperti jamur dan lain lain, sebagai penyebab eksternal mental drop.
2. Siapkan air es dan es batu didalam wadah, lalu masukan ikan kuncup tadi selama 1 menit (+-) sehingga ikan menjadi pingsan, lalu masukan kedalam wadah air biasa tapi tidak terlalu tinggi.
3. Ren ikan selama 1 minggu, tetap diberi makan sehari 1-2 kali. Dengan makanan ikan yang ada saja, ada cacing kasih cacing, ada cuk (jentik) kasih cuk, ada kutu air kasih kan saja, tapi jangan berlebihan. Tidak perlu fokus 1 pakan seperti sebagian orang lain, karena ikan Laga di Alam pun makan apa saja, Cacing-Serangga kecil, Plangton, kutu air dll.
4. Keluar dari masa Ren, pindahkan Ikan ke tempat bening, dan diamkan jangan diganggu selama 24 jam
5. Tes ikan tadi setelah 24 jam
Jika masih kuncup, carilah ikan baru •
Komentar
Posting Komentar